CARI DI BLOG INI

Memuat...

Rabu, 04 Januari 2012

BENTROK POLISI VS MASSA,DUA TEWAS DAN MENGAMUK WARGA BAKAR KANTOR POLISI DAN KANTOR PEMERINTAH


Oleh:  MUHAMMAD ARIFIN


Bima-Aksi blockade Pelabuhan Sape,bima,Nusa Tenggara Barat (NTB),yang telah berlangsung seminggu berakhir dengan pertumpahan darah.Aparat dari polres Bima dan polda NTB membubarkan paksa aksi yang dilakukan massa Front Rakyat Anti-Tambang (FRAT) tersebut.
Dua orang dinyatakan tewastertembak peluru aparat,sedangkan belasan lainnya luka.Sebagian belasan,massa membakar kantor polisi dan kantor pemerintah.
Pembubaran paksa dilakukan polisi menyusul upaya negosiasiyang tidak membuahkan hasil.Massa FRAT tetap ingin menduduki Pelabuhan Laut Sape sehingga aktivitas terganggu.
Selama seminggu terakhir,Pelabuhan Sape diblokade warga.Akibatnya,ratusan penumpang dan truk tujuan labuan Bajo maupun Sumba di Nusa Tenggara Timur (NTT) tertahan di pelabuhan tersebut.Begitu pula sebaliknya warga dari timur yang hendak menyebrang dengan feri ke Pelabuhan Sape tertahan di Labuan Bajo maupun Sumba.Padahal,tak sedikit warga dan kendaraan yang tertahan tersebut yang akan mendistribusikan kebutuhan sehari-hari warga.
Lombok Post(Jawa Pos Group) melaporkan,pembubaran paksa massa FRAT yang menduduki Pelabuhan Sape dilakukan sejak sekitar pukul 06.30 Wita kemarin awalnya pasukan Brimob dibantu anggota Samapta Polres BIma bergerak di pelabuhan.Karena pintu masuk pelabuhan ditutup massa,polisi membuka paksa gerbang tersebut.
Ketika polisi memasuki pelabuhan massa munduk ke pintu masuk darmaga.Sebelim polisi yang di pimpin langsung oleh Kapolres Bima Kota AKNP Kumbuk K.S. dan komandan Brimob Polda NTB bertindak,dilakukan negosiasi dengan massa FRAT yang di wakili Hasanuddin selaku coordinator lapangan.
 pertama berjalan a lot.Kapolres meminta massa dengan sukarela meletakkan senjata tajam yang mereka bawa.Massa juga di minta bvubar karena aksi mereka telah mengganggu operasi pelabuhan dan kepentingan orang banyak.Namun,upayah itu tidak membuahkan hasil.
Negosiasi terus berjalan.Hasanuddin rupanya mulai memahami keadaan.Selanjutnya,ia berkominikasi  dengan massa.Namun mereka tetap berpegang pada pendirian awal,tidak mau bubar.Negosiasi ketiga dilakukan.Tapi,massa tetap ngotot.Bahkan,Hasanuddin mencoba memberikan pengertian kepada warga untuk menyelesaikan pemblokadean.Namun ia dikeroyok massa sendiri.
sebelum polisi mengambil tindakan tegas,Kapolres memberikanperingatan hingga tiga kali kepada massa FRAT”,ujar seorang saksi mata yang berada di tengah-tengah massa.
Pada  peringatan ketiga,massa mulai beringas dengan mengangkat senjata tajam berupa parang,tombak,bamboo runcing dan senjata tajam lainnya yang sejak awal mereka bawa.Mereka bergerak seakan tak takut kepada aparat.Saat itulah terdengar suara tembakan.
“suasana mencekam berlangsung hingga 30 menit.yang terdengar hanya suara letusan senjata api”,ujar saksi mata tersebut.Massa bubar dan lari tunggang langgang.
Begitu suara tembakan reda,tampak beberapa orang terkapar di Pelabuhan Sape.Beberapa massa lain terus melarikan diri,bahkan ada ang terjun ke laut.”Warga yang kondisinya parah dilarikan ke RSU Bima”,terangnya.
Beberapa saat setelah kejadian itu,diketahui ada dua warga yang tewas dan sejumlah orang menderita luka.
Pasca bentrokan massa melampiaskan kekesalan dengan merusak sejumlah sarana milik pemerintah maupun rumah warga yang di duga pro pertambangan.Termasuk Kantor Polsek Sape,juga dibakar massa.Rumah aparat juga dibakar massa.
Bukan hanya itu,jalur antara desa ke desa lainnya di tutup dengn kayu dan batu besar sehingga tidak ada satu pun kendaraan yang yang bisa lewat.
Pembubaran paksa dilakukan  karena massa menduduki Pelabuhan Sape hingga seminggu.Sebelum mengambil tindakan represif,polisi sudah memberikan kesempatan dengan melakukan pendekatan persuasive dan manusiawi.Tapi massa tidak menggubris tahapan yang di tempuh aparat.”Aksi menduduki pelabuhan itu sangat mengganggu kepentingan umum.Semua terhambat gara-gara aksi massa tersebut”,cetusnya.
Kronologi konflik diLambu dan Sape yang terjadi pemicu bentrok.Sebenarnya,penolakan warga lambu,Kabupaten Bima,terhadap PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) telah dilakukan selama dua tahun terakhir.PT SMN mendapat izin usaha penambangan pada 2008 selama 25 tahun,yang kemudian diperbarui Pemerintah Kabupaten Bima ,PT SMN seluas 24.980 ha di kecamatan Lambu,Sape, dan Langguduserta PT Indo Mineral Cipta Persada yang beroprasi di kecamatan Parado seluas 14.318 ha atas izin pemerintahan pusat.
Warga menyampaikan penolakan karena tambang emas itu akan membahayakan mata pencaharian warga.Sebagian besar penduduk Lambu adalah petani dan nelayan.Tambang itu akan membongkar tanah dan mengganggu sumber air yang tentu juga akan mengganggu pertanian warga .Apalagi,perusahaan tak pernah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Keamanan para aparat keamanan begitu kurang maksimal seharusnya sebagai aparat,pemerintah maupun pejabat harus turut bias menjaga keamanan dan kesejahteraan rakyat.Kurang sdarnya pemerintah mengelolah daerah atau kelalaian,dikarnakan timbulnya masalah ini sampai-sampai ada korban dua warga yang tewasdan lainnya luka-luka.Begitu pula dengan rakyat ,kita harus bias menjaga emosi kita dan tidak bertindak semenah-menah yang dapat merugikan pihak lain maupun orang lain.Perlu di ketahui bahwasannya pemerintah itu dipilih dari hasil suara rakyat,dan sebagai pemerintah harus bias berlaku bijak dan adil atas perbuatannya.Berfikir sebelum bertindak,kedua pihak pun kurang adanya hubungan yang baik di daerah tersebut jikalau hubungan rakyat dengan pemerintah baik maka tidak akan terjadi yang namanya bentrokan ini.
Sebagai pemerintah harus bias mengerti atau memahami rakyatnya,begitu pula rakyat juga harus bias menghargai pemerintah jadi diantara kedua belahan pihak ini harus saling keterbukaan dan tidak adanya yang harus ditutupin antara masalah satu dengan masalah yang lainnya.kebanyakan kesalahan yang timbul di di negri ini kurangnya adanya kerjasama yang baik,kurang keterbukaan pemerintah dengan rakyat,kurang bisanya pemerintah atau rakyat yang menghargai pendapat dengan sebaik-baiknya.Kaum remaja kelak nantinya akan menjadi penerus bangsa ini maka dari itu kita harus bias menutupi kekurangan pada kepemimpinan pemerintahsaat ni yang menuju akan lebih baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar