CARI DI BLOG INI

Memuat...

Kamis, 12 Januari 2012

PELAKSANAAN HAM DI INDONESIA DALAM KERANGKA HAM INTERNASIONAL


Oleh:  AHMAD JAUHAR FIKRI

Indonesia adalah sebuah negara demokrasi. Indonesia merupakan negara yang sangat menghargai kebebasan. Juga, Indonesia sangat menghargai hak asasi manusia(HAM). Ini merupakan tonggak baru bagi sejarah HAM Indonesia.ini, dan merupakan kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, karena baru Indonesia dan AfrikaSelatan yang mempunyai undang undang peradilan HAM. Aplikasi dari undang undang ini adalah sudah mulai adanya penegakan HAM yang lebih baik, dengan ditandai dengan adanya komisi nasional HAM dan peradilan HAM nasional.
Dengan adanya penegakan HAM yang lebih baik ini, membuat pandangan dunia terhadap Indonesia kian membaik. Tapi, meskipun penegakan HAM di Indonesia lebih baik, Indonesia tidak  boleh senang dulu, karena masih ada setumpuk PR tentang penegakan HAM di Indonesia yang belum tuntas. DiantaraPR itu adalah masalah kekerasan di Aceh, di Ambon, Palu, dan Irian Jaya, tragedi Priok,kekerasan pembantaian ”dukun santet” di Banyuwangi, Ciamis, dan berbagai daerah lain, tragedi Mei diJakarta, Solo, dan berbagai kota lain, tragedi Sabtu Kelabu, 27 Juli 1996, penangkapan yang salah tangkap, serta rentetan kekerasan kerusuhan massa terekayasa di berbagai kota yang bagaikan kisah bersambung sepanjang tahun-tahun terakhir pemerintahan kedua: tragedi Trisakti, tragedi Semanggi, kasus-kasus penghilangan warga negara secara paksa, dan sebagainya. Pemerintah di negeri ini harus lebih serius dalam menangani kasus HAM ini jika ingin lebih dihargai dunia. Karena itu, pemerintah harus membuat aturan aturan yang lebih baik. Juga kejelasan pelaksanaan aturan itu.
Komnas HAM harus melakukan gebrakan, dengan cara, komnas HAM harus mendesak pemerintah dan DPR agar segera meratifikasi berbagai instrumen internasional hak asasi manusia. Perlu ditinjau kembali pendekatan hukum yang represif dalam penyelesaian konflik politik di Papua yang diterapkan saat ini. Langkah yang dilakukan sekarang lebih banyak melahirkan kekerasan dan jatuhnya korban. Komnas HAM mendesak perlunya dilakukan langkah-langkah politik daripada hukum dalam penyelesaian konflik di Papua. Langkah dialog atau perundingan sudah harus dipikirkan oleh pemerintah. Penuntasan berbagai bentuk kasus pelanggaran hak asasi manusia merupakan kewajiban pemerintah, oleh karena itu Komnas HAM mendesak agar pemerintah secara berkala menginformasikan kepada publik mengenai status perkembangan penyelesaian kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia yang ditangani. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikankeyakinan kepada masyarakat tentang tidak adanya kemungkinan untuk menutupi keterlibatan aparatur pemerintah serta menjamin tidak adanya praktik-praktik impunity bagi mereka yang terlibat.
Langkah ini juga menjadi penting dalam rangka terus membangun suatu kepercayaan publik terhadap kesungguhan pemerintah untuk melindungi, menegakkan, memajukan dan memenuhi hak asasi manusia. Tapi, yang jelas penegakan HAM tidak akan terlaksana tanpa adanya partisipasi dan dukungan masyarakat kepada pemerintah, dan juga keseriusan pemerintah dalam menegakan HAM, karena itu merupakan hak dasar setiap orang. Maka dari itu, masyarakat juga harus kritis terhadap birokrasi pemerintah yang berat sebelah. Terutama dari mahasiswa, mereka harus memperjuangkan aspirasi rakyat, demi kemakmuran dan ketentraman masyarakat yang sekian lama tertindas oleh birokrasi pemerintah yang membuat rakyat makin sengsara. Maka dari itu, mahasiswa zaman sekarang harus lebih memikirkan orang yang disekitarnya dg seksama.
Mulai dari sekarang kita sebagai mahasiswa harus memikirkan solusi dr masalah yang sudah membelit rakyat Indonesia selama beberapa tahun. Bukankah kita sudah merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945? Tapi mengapa malah hak-hak kita malah dirampas? Kita malah dijajah secara intelektual oleh para bangsawan-bangsawan yang haus akan kedudukan dan kekayaan. Kita sebagai rakyat kecil kelaparan dan kesusahan, dia disana malah berfoya-foya dan berpesta sesuai keinginannya sendiri, tanpa memikirkan nasib rakyat kecil. Semoga Tuhan membukakan pikiran dan hatinya bagi para pejabat-pejabat yang rakus akan kekayaan dan jabatan.
DITOLAK: COPAS

1 komentar:

  1. Hai saya mahasiswa dari Universitas Islam Indonesia artikel yang sangat menarik ..
    terimakasih ya infonya :)

    BalasHapus