Tampilkan postingan dengan label 1-A GITA AGEUNG PUSPITA SARI (D07215014). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1-A GITA AGEUNG PUSPITA SARI (D07215014). Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Desember 2015

RADIKALISME



ALIRAN RADIKALISME DI INDONESIA
Radikal adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan ataupun pembaharuan baik sosial maupun politik dengan cara kekerasan. Dalam pandangan agama islam radikalisme merupakan sifat seperti fanatinisme, dimana aliran atau paham yang keras kepada oarang atau kelompok yang memiliki paham berbeda. Untuk paham yang berbeda ini, aliran radikalisme memaksa agar alirannya ini dapat diterima. Ada paham lain yang mengatakan bahwa radikalisme adalah suatu sikap yang mengharapkan perubahan dengan jalan penghancuran secara total dan menggantikan dengan hall yang baru. Radikalisme adalah suatu paham yang menghendaki adanya perubahan/pergantian terhadap suatu sistem di masyarakat sampai ke akarnya, jika perlu dilakukan dengan menggunakan cara-cara kekerasan. Atau menginginkan adanya perubahan total terhadap suatu kondisi atau semua aspek kehidupan masyarakat.
          Contoh dari gerakan gerakan radikalisme adalah aksi teror yang ada diseluruh dunia. Khususnya yang ada di Indonesia aksi teror dilakukan atas nama agama tertentu, agama dijadikan sebagai tameng untuk aksinya. Aksi teror yang dilakukan tersebut katanya di ambil dari kitab suci, kemudian ada juga yang menyatakan bahwa tidakan kekerasan tersebut tergolong dalam jihad. Banyak sekali aksi teror yang pernah terjadi di indonesia mengatasnamakan islam radikal. Seperti teror di hotel j.w maroiot, ada teror bom bali 1 dan 2, adanya gerakan GAM dulu, teror Poso. Adapula pendidikan yang membuat radikal, seperti yang ada di Aceh dulu, kemudian di Solo, di Jawa Barat dan di Jawa twngah juga ada. Gerakan-gerakan diatas kebanyakan adanya keinginan untuk berjihad mengatasnamakan islam dan keinginan untuk menjadi negara baru. Gerakan terorisme yang mencerminkan sikap radikal ini sagat mengerikan dan meresahkan, bagaimana tidak. Untuk kasus BOM Bali 1 dan 2 telah menewaskan ratusan orang yang tidak bersalah, kemudian tersangkanya pun ikut tewas dalam kasus bom bunuh diri ini.
“Apakah mereka ini termasuk dalam mati shahid ataupun berjihad?????”
Sebagian besar orang yang terlibat dalam radikalisme ini memiliki paham ingin berjihad dengan kekerasan tujuan lainnya adalah keinginan mati shahid. Namun persepsi mereka mengenai mati sahid ini salah, seharusnya para ulama memberikan dakwah mereka mengenai pemahaman nilai-nilai luhur agama islam yang menjunjung Rahmatan Lil Alamin, dan mengajrkan pesan-pesan agama islam yang damai. Selain ulama yang berperan dalam pencegahan terorisme ini, peran keluarga dalam mencegah dan membentengi sifat ini dalam bentuk pelajaran yang benar dan tepat.
Sebagian orang yang memiliki sifat radikalisme akan membentuk kelompok yang disebut dengan FPI (front pembela islam). Kelompok ini memang membela agama islam mati-matian namun, sikap dan tindakan mereka sangatlah berlawanan dengan yang diajarkan oleh Rasulullah dimana beliau mengajarkan untuk selalu damai dan mmenghargai semua perbedaan yang ada tanpa kekerasan.
Banyak sekali tindakan radikalisme dalam Negara Indonesia ini, banyak pertentangan misalnya banyaknya demo yang menentang sistem pemerintahan yang berlaku saat ini dan demo tersebut menggunakan kekerasan dan memaksa. Banyaknya penentang yang ingin mendirikan negara sendiri, seperti di Aceh dan Papua. Untuk di Aceh yaitu namanya GAM (Gerakan Aceh Merdeka) sedangkan untuk papua yaitu Papua Merdeka. Bagaimana tidak radikal, untuk GAM pemudanya didik untuk mahir bersenjata bahkan dihasut untuk membunuh siapa saja yang menghalangi mereka dalam mendirikan negara baru dengan cara di tembak. Untuk di Papua sendiri, kelompok yang menyuarakan keinginan untuk merdeka ini sama halnya dengan ada yang di Aceh.
Tentara nasional Indonesia yang ingin mengamankan pemberontak yang dapat mengancam keutuhan wilayah NKRI malah dibalik serang karena kelompok tersebut merasa terancam dan banyak tentara yang mati atau tewas karena ke radikalan kelompok tersebut. Radikalisme ini dapat mengancam dari berbagai hal, dapat mengancam sistem pemerintahan yang ada dapat mengancam sistem pertahanan wilayah NKRI. Gerakan radikalisme harus dihapuskan untuk mempertahankan keutuhan NKRI dan menjunjung tinggi nilai kesatuan dan persatuan dalam Pancasila.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       

Selasa, 01 Desember 2015

TRAGEDI TEROR DI PARIS

Tanggal 13 November 2015, hari jum’at malam lalu telah terjadi peristiwa yang sangat mengejutkan bagi seluruh dunia. Bahwasannya telah terjadi serangkaian teror di Paris, Perancis. Yaitu bom bunuh diri dan serangan senjata kepada warga sipil Paris. Banyak prasangka bahwasannya dalang teror ini yaitu ISIS atau NIIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Penyebab tragedi terorisme mungkin adanya rasa dendam antara Paris dengan kelompok terorisme ini,  adanya keinginan kelompok untuk menguasai wilayah yang diteror, ataupun adanya persaingan politik. Namun, kebanyakan kejadian terorisme ini disangkut pautkan dengan ISLAM. ISIS ini mengungkapkan keinginan untuk menjadi Negara Islam yang menguasai dunia.  Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menyayangi, menghargai, bersikap lembut, tanpa ada kekerasan ataupun berperasaan dendam dan tidak ada namanya teror. Banyak yang menganggap bahwa ISIS ini termasuk dalam agama Islam, namun banyak ulama yang mengatakan ISIS ini hanya menyeret-nyeret nama ISLAM saja. Saat ini ISIS sudah banyak dipengaruhi oleh negara Amerika Serikat. ISIS melakukan teror di Paris karena sebelumnya Paris melakukan penyerangan terhadap wilayah ISIS.  
Teror di Paris mengakibatkan ratusan orang tewas dan ratusan orang terluka parah, korban ini adalah warga sipil Paris yang tidak tau apa-apa tentang masalah yang terjadi. Selain korban, warga sipil lainnya juga mengalami ketakutan dan membuat kota Paris itu mencekam. Banyak empati datang dari Negara-negara lain, nah Islam mengajarkan kepada umatnya untuk membantu, menolong sesama menerapkan perdamaian tidak untuk melakukan kekerasan. Paris meminta bantuan kepada Inggris untuk meyerang balik atau balas dendam ke negara ISIS yaitu menyerang negara Suriah. Di Suriah juga banyak warga sipil yang menjadi korban atas peperangan ini, banyak korban luka, meninggal, serta sarana prasarana yang rusak. Kita sebagai umat Islam yang berpendidikan, janganlah melakukan kekerasan kepada umat yang lain, harus saling menghargai dan bertoleransi kepada umat lain. Islam juga mengajarkan bersikap saling menyayangi, tolong menolong tanpa ada dendam. Tragedi terorisme di Paris ini seharusnya tidak terjadi lagi, karena banyak menimbulkan kerugian serta merenggut hak-hak orang. kita sebagai umat manusia harus saling merangkul untuk mencegah kejadian terorisme di seluruh dunia.

Selasa, 27 Oktober 2015

1-A GITA AGEUNG PUSPITA SARI (D07215014)

“CINTAKU UNTUK NEGERI”

Negeriku tercinta...
Cita sama dalam ragam jiwa,
Semangat membara untuk bangsa,
Bangsa adil nan sejahtera,
Walau kadang gejolak datang melanda,
Masih kokoh dalam satu cita
Cita terbangun dari sejarah lama.
                  
Ragam bahasa, suku dan budaya,
Terpisahkan dengan jarak yang ada,
Jarak antar pulau dan daratan,
Ujung selatan hingga utara,
Rakyat berbaur dalam satu bangsa,
Walau banyak pembeda antara kita,
Kita bertekad meraih cita yang sama, 
Bangsa yang tumbuh dari persamaan rasa.

Selasa, 06 Oktober 2015

GITA AGEUNG PUSPITA SARI / PGMI 1A / D07215014



Manfaat PKN bagi Keberlangsungan NKRI

            Mengapa pelajaran PKN itu begitu penting bagi Keberlangsungan NKRI? Bagaimana akibatanya jika pelajaran PKN ini tidak diajarkan kepada para penerus bangsa?
            Pendidikan PKN yang ada di Indonesia sangat begitu penting bagi keutuhan NKRI, Kenapa? Karena PKN itu mengandung ajaran tentang mencintai Indonesia, membela Negara, mengajarkan kedisiplinan, toleransi, norma agama maupun adat, peraturan dan hukum yang ada di Negara tersebut. Saya akan jabarkan satu persatu  kandungan pelajaran yang ada dalam PKN, mulai dari mencintai Indonesia. Apakah kita perlu mencintai Tanah Air Indonessia ini? Ya sangat perlu sekali, saya lahir di Negara Indonesia dibesarkan di bumi pertiwi ini, orang tua dan keluarga besar saya asli orang Indonesia ini merupakan salah satu factor mengapa saya cinta Indonesia. Factor lain untuk mencintai Indonesia ini adalah Negara Indonesia terdiri dari banyak pulau,banyak suku dan adat, banyak ragam kesenian, banyak tempat wisata yang menakjubkan dan indah yang dapat dikunjungi serta dapat menambah penghasilan Negara. Bentuk kita dalam mencintai NKRI ini adalah dengan melakukan  upacara bendera setiap hari senin, memperingati hari Kemerdekaan Indonesia, menghargai jasa para pahlawan, menggunakan produk-pruduk asli Indonesia.
Membela Negara itu menurut saya, kita dapat menjadi abdi Negara jika sudah dewasa dan yang memiliki cita-cita sebagai Abdi Negara Indonesia. Sebagai contoh menjadi anggota TNI ataupun POLRI, TNI merupakan lapisan terdepan dalam menjaga wilayah dan keutuhan NKRI. TNI tersebut terdiri dari tiga unsure yaitu Darat disebut TNI AD, Laut disebut TNI AL, sedangkan di udara disebut TNI AU. Tugas TNI AD adalah sebagai pertahanan nasional yang terdapat di daratan atau diatas pemukaan tanah contohnya perbatasan antara Negara tentangga seperti : Nusa Tenggara dengan Negara Timor Leste, Papua dengan Papua Nugini, Kalimantan dengan Malaysia ataupun Brunei Darussalam. Jika tugas yang menjaga batas dan wilayah laut adalah TNI AL yang menjaga wilayah Indonesia pada daerah perbatasan perairan antara laut Negara lain. Sedangkan untuk pertahanan udara dijaga oleh TNI AU yang menjaga agar NKRI tidak di serang oleh Negara lain lewat udara.
Mengajarkan kedisiplinan terhadap semua warga Negara Indonesia, jika warga Negara berlatih untuk sikap disiplin atau paling tidak mengetahui bahwa kedisiplinan itu penting. Walaupun sudah mengetahui bahwa kedisiplinan itu baik tetap saja banyak orang tidak menjunjung kedisiplinan. Sedangkan Toleransi itu di tujukan terhadap semua warganegara dan umat yang beragama. Indonesia terdapat lima kepercayaan, jika tidak terjadi toleramsi antar umat beragama maka setiap agama kan mempunyai pandangan sendiri tentang Tuhannya, dan meyakini bahwa Tuhannya tersebut adalah yang paling benar. Maka akan terjadi pertiakaian setiap hari, setiap saat antar umat yang beragama mejadikan Indonesia terpecah akibat agama. Namun jika setiap umat beagama saling bertoleransi atas keyakinan masing-masing dan saling hormat menghormati maka Negara Indonesia akan terhindar dari konflik beragama dan hidup rukun.
Jika saya melihat PKN terdapat peraturan atau hukum yang berlaku di Negara ataupun di lingkungan sekitar kita tinggal. Maka sikap dan perbuatan setiap warga Negara akan di awasi atau di kawal oleh aparat Negara. Jika kita melakukan pelanggaran mengenai hukum N maka hukum Negara ataupun hukum adat istiadat (yang ada dilingkungan sekitar) akan menghukum sesuai dengan apa yang kita lakukan atau kita langgar.
             

MATERI MACAM-MACAM GERAK

A. Lokomotor Gerakan lokomotor  gerakan yang ditandai dengan adanya perpindahan tempat, seperti jalan, lari, melompat, dan mengguling.  Ger...