Minggu, 20 Desember 2015

Menampakkan Pelangi di Mata Rakyat Miskin Pinggir Kota


         
Oleh : Ninik Nur.Ch.
( Tidak ada jaminan HAM bagi rakyat miskin pinggir kota di tanah air kita tercinta ini )
          Diantara sisi kehidupan yang kita jalani, banyak diantara kita yang enggan memikirkan secuil kehidupan yang dijalani suudara-saudara setanah air kita. Banyak sisi kehidupan yang tidak kita ketahui maupun kita mengerti. Kita hanya melihat sekilah, tanpa menguak apa rahasia yang ada didalamnya. Kita lantas hanya berfoya-foya memikirkan kehidupan kita sendiri. Kita senang sendiri, tanpa menengok kehidupan saudara-saudara kecil kita.
Mereka tapaki setapak demi setapak lika-liku kehidupan mereka. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu telah habis terbuang dengan kepayahan mereka. Terus dimana letak kenikmatan  hidup mereka.
Walaupun tidak sedikit dari perihnya kehidupan. Keringat mereka dipaksa bercucuran demi terisinya perut kosong mereka. Parahnya, banyak dari mereka anak-anak yang rela mencuri, meminta-meminta, memulung botol bekas dipelataran rumah tetangganya, mengamen dan lebih parahnya lagi berkeliling menjajakan dagangan mereka  seorang diri entah dipagi hingga sampai petang datang.
 Jalan demi jalan rela mereka susuri, tapi tidak ada satupun  keluh kesah yang terlontar keluar dari bibir mungil mereka, padahal tubuh mereka kumal bagaikan tidak beribu dan berayah, hingga terkesan tidak terurus olehnya. Mereka tidak sempat memikirkan urusan kemolekan jasmaninya, yang terpikir olehnya hanya bagaimana dia bisa menyambung hidup di hari esoknya.
Sedangkan kita, dengan banyak kecukupan hidup yang kluar biasa Allah berikan kepada kita selama ini, kita enggan selalu bersyukur akan hal-hal ini. Kita mengganggap diri kita selalu kurang nikmat dan kurang. Kita bahkan tidak sedikit waktupun memikirkan nikmat-nikmat  Allah apa saja yang selama ini telah kita terima dan kita hambur-hamburkan.
Sedikit kita menengok sisi kehidupan saudara-saudara kecil kita di pinggir kota. Mereka tidak banyak menuntut atas semuanya, tidak sedikit dari mereka lebih bersyukur dengan kehidupannya saat ini dibandingkan kita.
Lantas selama ini dimana letak jaminan kehidupan yang layak bagi mereka. Kehidupan yang dijamin oleh negara kita tercinta. Yang semestinya dinafkahi oleh negara. Masih dalam tanggung jawab negara. Tetapi apa yang terjadi, negara angkat tangan dengan semuanya. Seakan-akan mereka tidak mengetahui apa-apa. Wakil –wakil negara yang menjadi penompang mimpinya selama ini, selalu sibuk sendiri mengisi dompet-dompetnya saja. Mereka tidak menaruh kepaastian apapun pada kehidupan mereka. Mereka diombang-ambingkan kehidupannya.
Contoh sisi lain kehidupan rakyat miskin pinggir kota yang ada saat ini; rakyat terlantar tempat tinggalnya, tidak sedikit dari mereka yang hidup di gemerlap keramaian ibu kota kita tercinta namun  tidak memiliki kepastian tempat tinggal. Banyak dari rakyat miskin yang hidup di dalam gubuk di pinggir sungai. Banyak juga dari mereka yang hidup di kolong jalan raya. Banyak dri mereka yang hidup di lahan yang semestinya tidak mereka tempati semisalnya, pemakaman umum dan lain sebagainya.
Sisi lain yakni tidak terjaminnya pendidikan yang baik. Justru pendidikanlah yang membuat sumber daya manusia kita semakin berkualitas. Tetapi apa daya, pemerintah terlihat  angkat tangan akan hal ini. Jaminan pendidikannya hilang begitu saja.
Aplikasi yang tertuang selama ini dari undang-undang kita belum jalan semestinya. Hak-hak yang semestinyadiperoleh oleh rakyat belum sepenuhnya dapat direalisasikan oleh pemerintah.
Hak mereka dirampas paksa oleh keadaan yang membelitnya. Sungguh miris kehidupan panjang demi waktu ke waktu yang sudah mereka jalani. Tetapi dalam benak mereka, inilah kehidupan keras yang harus kita jalani.
Tidak tampak sedikitpun lukisan pelangi keindahan yang tampak dari sudut-sudut mata indah mereka. Bukannya mereka tidak senang, bukannya mereka tidak bersyukur atas semuanya, melainkan mereka hanya tidak bisa menggumbar senyuman  diatas kehidupan mereka yang seperti ini. Itu semua karena mereka hanya merasa hidupnya tak seindah senyumannya. Banyak diantara kita saja yang tercukupi hak-haknya tetapi juga enggan bersyukur walaupun hanya dengan menampakkan sedikit pelangi keindahan di sudut-sudut mata serta senyuman kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MATERI MACAM-MACAM GERAK

A. Lokomotor Gerakan lokomotor  gerakan yang ditandai dengan adanya perpindahan tempat, seperti jalan, lari, melompat, dan mengguling.  Ger...